IT Del sebagai kampus kejuangan
rektor baru

IT Del adalah lembaga pendidikan tinggi yang dibangun berdasarkan cita-cita kejuangan yang luhur sebagaimana dengan pernyataan yang disampaikan oleh Jend. TNI (purn) Luhut B. Pandjaitan sebagai pendiri dan Pembina Yayasan Del, bahwa “IT Del berangkat dari perwujudan sebuah mimpi munculnya ‘pemenang Nobel dari Danau Toba’ dan sumbangsih mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia dalam bidang teknologi informasi, bioteknologi, dan rekayasa bisnis dengan semangat pantang menyerah dan kerja keras yang terus menerus dengan nilai-nilai “Martuhan, Marroha, dan Marbisuk” untuk kejayaan Indonesia.

Cita-cita luhur ini bukan hanya ditandai dengan pendirian IT Del tetapi bagaimana lembaga pendidikan tinggi ini dapat menjadi wahana dalam mengejar visi memunculkan “pemenang Nobel” yang dapat diartikan sebagai kehadiran kaum intelek, pemikir, pembaharu, dan lulusan yang terpelajar yang dapat melakukan misi tridharma perguruan tinggi yang luar biasa berupa karya intelektual yang mumpuni, teknologi tepat guna, dan dampak yang kuat kepada masyarakat luas. Hasil karya nyata ini kelak bisa saja mendapat pengakuan medali Nobel. Inti pesannya sangat jelas yakni bahwa warga IT Del terpanggil untuk berkontribusi nyata secara bermakna bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

Kontribusi tersebut dilakukan di Kawasan Toba yang memungkinkan bersama-sama dengan berbagai lapisan masyarakat lokal melakukan perubahan untuk mencapai taraf hidup yang lebih cerdas. Ir. Patuan P. Simatupang, MPA yang merupakan Ketua Pengurus Yayasan Del meringkas kepedulian sosial ini dalam pernyataan: “IT Del hadir menjadi berkat, berkontribusi besar khususnya bagi masyarakat sekitar, dan memberi contoh keteladanan terutama dalam karakter MarTuhan-Marroha-Marbisuk pada tingkat nasional dan internasional dengan semangat kerjasama dan keinginan untuk berbuat dan melayani dalam peningkatan daya saing lulusan dan karya intelektual”.

Bagaimana dapat mengisi kehadiran IT Del di Kawasan Toba? Pertama, para pendiri telah meletakkan landasan yang kokoh dengan istilah: “MarTuhan-Marroha-Marbisuk” (3M). Nilai-nilai inilah yang menjadi panduan dalam melaksanakan peran dan panggilan IT Del sebagai lembaga pendidikan tinggi yang turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Kedua, IT Del menganut strategi atau siasat pencapaian cita-cita IT Del melalui karya nyata. Prof. Saswinadi Sasmojo menyatakan bahwa “IT Del merupakan perguruan tinggi yang mengemban peran sebagai pengembang budaya dan kecerdasan dalam kehidupan bangsa, yang diwujudkan dengan memposisikan diri sebagai pembaharu dalam membentuk masa depan bangsa (agent of change in shaping the future of the nation), berperan nyata dalam meningkatkan kapasitas nasional dalam ilmu dan teknologi, dan menjadi pelopor dalam meningkatkan berfungsinya ilmu dan teknologi di masyarakat”.

Selama tiga tahun terakhir sejak dimulainya peralihan dari Politeknik Informatika Del menjadi Institut Teknologi Del pada tahun 2013, sudah banyak perkembangan yang telah terjadi. Penambahan program studi secara alamiah diikuti oleh peningkatan peserta didik dan jumlah dosen serta pembangunan sarana dan prasarana yang baru. Perubahan ini dapat dikatakan drastis dan dramatis yang merupakan konsekuensi dari keinginan kuat membangun fasilitas yang memungkinkan IT Del melakukan peran dan sumbangsihnya kepada masyarakat Indonesia.

Perubahan masih tetap berlangsung dan menuntut setiap warga atau sivitas IT Del untuk belajar dan belajar serta patut berpartisipasi dalam proses perubahan ini. Perubahan ke arah yang lebih baik adalah bagian dari kejuangan IT Del untuk tampil menjadi lembaga yang terpandang secara nasional. Sebagaimana yang disampaikan oleh Prof. Roberd Saragih, bahwa “IT Del adalah wahana belajar terus-menerus bagi generasi bangsa agar dapat mengatasi tantangan ketidakpastian dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan kebutuhan masyarakat melalui proses pembelajaran yang bermutu, hasil penelitian yang aplikatif, dan program pengabdian yang efektif”.
Pada bulan Nopember ini juga terjadi perubahan kepemimpinan yang tentunya akan membawa suasana baru dalam proses transformasi IT Del menjadi pendidikan tinggi yang disegani di Indonesia. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan baik pada tingkat institusi, pembelajaran mahasiswa, kualifikasi dosen, hubungan dengan Yayasan, keterampilan tenaga kependidikan, dan tanggung-jawab sosial. Pembenahan sistem mutu, prosedur kerja yang berstandar, dan suasana akademik menjadi prioritas utama. Bukan hanya postur akademik yang menjadi perhatian, pembenahan juga berkaitan dengan pembelajaran ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler dan program-program pendukung lainnya agar para warga kampus dapat bekerja iklas, amanah, dan tuntas dalam mengukir karya dan menoreh prestasi intelektual serta menunjukkan kepedulian sosial yang kuat sebagai bentuk tanggung-jawab dalam menawarkan solusi inovatif terhadap persoalan masyarakat sekitar.

IT Del berkeinginan kuat sebagai agen pembaharu bagi Kawasan Toba melalui karya nyata. Salah satu isu penting dalam mengukir karya nyata dan menoreh prestasi adalah kesadaran akan adanya keterbatasan, kesulitan atau hambatan. Sivitas IT Del dengan sikap Del (∇) atau daya maju (the power of progress), yakni berwawasan luas (termasuk berpikir alternatif), bekerja keras (extra miles), dan bersiap sedia untuk tantangan berikutnya dengan mengembangkan kreativitas dan daya inovasinya untuk memberikan sumbangsih yang nyata bagi masyarakat melalui pengalaman pembelajaran dan karya intelektual walaupun beroperasi dalam berbagai hambatan. Karena itu, tujuan dari IT Del adalah menjadi acuan nasional dalam inovasi frugal yang merupakan bentuk inovasi dalam keterbatasan yang hasilnya mampu memberikan dampak tinggi bagi masyarakat luas. Inovasi frugal merupakan bentuk relevansi Tridharma terhadap kebutuhan masyarakat dan secara alamiah berangkat dari keunikan Kawasan Toba yang tampak dari kekayaan budaya, pola ekonomi rakyat, alam, keanekaragaman hayati, kepemerintahan, dan kehidupan sosial.

Mengapa perlu berkutat pada inovasi frugal? Untuk apa IT Del berinovasi? IT Del perlu keluar dari menara gading dan melatih diri untuk mampu “berpacu melawan kuda”, yakni menjadi pelari jarah jauh dalam berbagai macam keterbatasan. Kiranya sivitas IT Del dapat menerungkan kalimat penyemangat berikut: “Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar?”.

Untuk mampu melaksanakan inovasi frugal, IT Del perlu mengembangkan suatu budaya akademik yang berpusatkan pada “mutu-inovasi-kemahiran” atau disebut “Quality-Innovation-Virtuosity” (QIV). Budaya mutu tidak lain adalah melakukan kegiatan berdasarkan standar dan giat melakukan perbaikan (Kaizen). Budaya inovasi adalah upaya memberikan solusi nyata bagi persoalan sosial. Kemahiran adalah penguasaan mumpuni atas teknologi dan keilmuan kerekayasaan untuk mencari, menjelaskan, dan menjawab persoalan yang ada. Setiap warga kampus dipersiapkan dan dipanggil untuk bekerja dengan hasil bermutu, menguasai kemahiran teknis, dan mampu melakukan sumbangsih nyata inovasi kepada masyarakat yang merupakan wujud kepedulian sosial.

Akhir kata, selamat bulan pahlawan bagi sivitas IT Del dan marilah kita mengingat jasa-jasa para pendiri IT Del dan mari kita mengisi IT Del dengan kerja iklas dan karya nyata untuk kemajuan bangsa Indonesia yang lebih baik. IT Del berusaha menjadi kampus kejuangan untuk melaksanakan inovasi frugal dalam rangka pencapaian Visi IT Del: “menjadi pusat keunggulan yang berperan dalam pemanfaatan teknologi bagi kemajuan bangsa”.

Salam Del,
Prof.Ir. Togar M. Simatupang, M. Tech., Ph.D.