Yayasan Del

Jenderal TNI (Purn.) Luhut B. Pandjaitan mendirikan Yayasan Simargala pada tanggal 30 Agustus 2001 di Jakarta. Simargala adalah nama desa kelahiran beliau di Huta Namora, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Pendirian Yayasan Simargala dilandasi oleh keinginan luhur untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan masyarakat perdesaan yang kurang tersentuh pembangunan. Tekad yang kuat untuk berpartisipasi pada program pemerintahan dalam bidang pendidikan, sosial, kemanusiaan, seni dan budaya, dan kelestarian lingkungan.

Masih pada tahun 2001, karena pertimbangan nama yang bersifat lokal, Yayasan Simargala diubah menjadi Yayasan Del. Kata “Del” berasal dari usulan salah satu anggota Yayasan untuk menggunakan istilah “Del”, yang mengandung arti “pemimpin yang selalu berada selangkah lebih maju”. Yayasan Del adalah organisasi nir laba yang didirikan untuk membawa perubahan dan pembaharuan bagi individu dan juga masyarakat.

Visi Yayasan Del

“Menjadi lembaga selangkah lebih depan dalam pengembangan talenta manusia yang memberikan kontribusi berarti pada inovasi teknologi dan keberlanjutan sosial”. (Becoming one-step-ahead Institution in the development of human talent that gives meaningful contribution to technological innovation and social sustainability)

Misi Yayasan Del

“Mengotimalkan manusia paripurna dan memberdayakan masyarakat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa”. (To optimize human completely and to empower community in nurturing the nation’s intellectual life)

Tujuan Yayasan Del adalah untuk menyediakan akses pendidikan berkualitas di daerah terpencil bagi siswa-siswa berprestasi dengan latar belakang masyarakat ekonomi lemah, dengan mendirikan Institut Teknologi Del, SMA Unggul Del, Sekolah Noah, dan Rumah Faye.

Politeknik Informatika Del didirikan pada tahun 2001. Sesuai dengan perkembangan keilmuan dan industri, Politeknik Informatika Del ditingkatkan statusnya menjadi Institut Teknologi Del pada tahun 2013. Yayasan Del mendirikan SMA Unggul Del di Laguboti pada tahun 2012. Selain itu, Yayasan Del juga mendirikan Sekolah NOAH di Kalisari Cijantung pada tahun 2007 dan Rumah Faye.

Tidak hanya berkiprah di bidang pendidikan, Yayasan Del yang berkantor pusat di Gedung Sopo Del Jakarta Selatan ini, juga aktif bekerjasama dengan pemerintah daerah dan lembaga sosial yang ada di Indonesia untuk meningkatkan pelayanan serta memperluas cakrawala bidang pelayanan strategis lainnya.

Nilai-Nilai Del

Karakter Del adalah:

“sikap dan perilaku untuk selalu selangkah lebih maju di dalam upaya-upaya membentuk masa depan yang lebih baik berlandaskan iman, hati nurani yang bersih, dan akal budi yang terpelajar”. Nila-nilai dasar IT Del adalah MarTuhan (godliness), Marroha (conscious), dan Marbisuk (wise).

Politeknik Informatika Del (PI Del)

Peletakan batu pertama pembangunan gedung PI Del dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2001. PI Del didirikan oleh Jenderal TNI (Purn.) Luhut B. Pandjaitan, yang pada saat itu masih menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Di samping turut berperan sebagai inisiator penggerak pembangunan di Tapanuli, PI Del juga diharapkan dapat menginkubasi lahirnya para wiratekno (technopreneur) baru di bidang teknologi informasi dan komputer.

Alasan mengapa PI Del didirikan di desa pelosok Sitoluama, menurut Luhut Pandjaitan yakni: adanya keinginan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat pedesaan, pelosok untuk sama-sama dapat menikmati pendidikan yang berkualitas. Banyak remaja desa yang mampu secara akademik namun tidak dapat masuk ke perguruan tinggi yang bereputasi di Jawa, sehingga perlu sekolah yang berkualitas di pelosok untuk memberikan kesempatan yang sama dalam mempersiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik. Sementara teknologi informatika dan komputer memiliki peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan, pendidikan bidang informatika dan komputer masih sedikit hadir di pelosok Indonesia. Alasan lainnya adalah adanya panggilan yang didasari atas mimpi atau visi bahwa suatu ketika akan ada alumni atau dosen PI Del yang menorehkan penghargaan tingkat dunia seharum Penghargaan Nobel.

Direktur PI Del 2001-2003: Dr.Ir. I Gde Nyoman Merthayasa, M.Eng.

Dr.Ir. I Gde Nyoman Merthayasa, M.Eng diangkat sebagai Direktur pertama Politeknik Informatika Del pada tanggal 27 Agustus 2001. Dr. Gde Merthayasa adalah dosen senior Teknik Fisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB). Komang, demikian beliau biasanya disapa, adalah lulusan Doctor Kobe University, Japan. Beliau pernah mempublikasikan “Modeling and simulation of Gamelan Bali concert hall based on objective acoustic parameters” pada Proceedings of Meetings on Acoustics, Art. No. 015078, Acoustical Society of America, tahun 2013.

Selama menjabat sebagai Direktur, Komang melihat bahwa kampus Del adalah kampus yang serius membangun mutu pendidikan tinggi dan budaya mutu, seperti yang dibangun di ITB. Sehingga tidak heran dalam pengembangan akademik, dimulai dengan 49 mahasiswa dan dilayani 9 orang dosen yang masih sangat muda dari pengalaman jam tayang, memaksakan beliau harus tinggal penuh waktu di Kampus PI Del. Semua aspek perlu dikembangkan, termasuk sistem administrasi. Bagi Komang, hal yang utama yang harus dilakukan adalah tetap konsisten dan disiplin terhadap konsep “mutu pendidikan” dengan mengikutsertakan unsur-unsur dari Paradigma Baru dalam Manajemen Pendidikan Tinggi yang terdiri dari: mutu, otonomi, akuntabilitas, akreditasi, dan evaluasi.

Direktur PI Del 2003-2004: Peter John Bowyer

Pada hari Sabtu tanggal 6 September 2003, dilaksanakan Acara Serah Terima Jabatan Direktur, dari Dr.Ir. I Gde Nyoman Merthaya, M.Eng. kepada Mr. Peter John Bowyer, berdasarkan Surat keputusan Ketua Pengurus Harian Yayasan Del, Ir. Patuan P. Simatupang, MCRP, tentang Pengangkatan Koordinator Program Direktorat Politeknik Informatika Del.

Bowyer berkebangsaan Inggris yang lahir di Exeter tanggal 7 Mei 1941 menjabat sebagai Direktur PI Del selama 6 bulan. Bowyer lebih menekankan bekerja efektif dan efisien. Para mahasiswa diberikan kesempatan menyampaikan ide dengan leluasa, yang selanjutnya dituangkan ke dalam karya prestasi atau kompetisi.

Direktur PI Del 2004-2009: Prof.Ir. Saswinadi Sasmojo, M.Sc.,Ph.D.

Prof. Saswinadi Sasmojo, memulai karirnya sebagai Dosen di ITB sejak tahun 1963 dan menerima gelar profesor pada tahun 1996. Sejak tahun 2001, Saswinadi diangkat menjadi anggota Dewan Penasihat  (BOG) Yayasan Del. Beliau mengundurkan diri sebagai anggota BOG Yayasan Del pada tahun 2004, untuk menjabat sebagai Direktur PI Del.

Saswinadi adalah lulusan doktor dalam bidang Teknik Kimia dari Ohio State University pada tahun 1969. Beliau adalah anggota aktif Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, American Association for the Advancement of Science, Asian Energy Institute, International Institute of Energy Economist, Komite Nasional Indonesia World Energy Council, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, Masyarakat Kelistrikan Indonesia, dan Persatuan Insinyur Indonesia. Sarwinadi pernah menjabat Senior Advisor of the Energy Research and Development Group dan Head of the Center for Research on Energy di Institut Teknologi Bandung. Selain masih aktif di ITB, beliau saat ini perperan sebagai perancang Teknik Bioproses di Fakultas Bioteknologi IT Del.

Saswinadi menekankan peningkatan cara berpikir yang terstruktur, sistem administrasi yang teratur, dan kehidupan sosial kampus yang menyemai diskusi intelektual. Beliau terkenal memberikan nasihat agar para mahasiswa mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu nasihat beliau adalah ungkapan “Sate Soto Mate Na Oto”, yang artinya kalau orang bodoh, maka matilah dia dalam kemelaratan. Sikap malas belajar atau merasa pintar adalah perangai yang sangat buruk karena pengetahuan yang miskin membuat pikiran maupun tindakannya banyak menimbulkan masalah bagi orang lain. Karena itulah, PI Del perlu mendorong orang untuk rajin belajar menjadi cerdas dan menghindari kebodohan supaya tidak sengsara hidupnya.

Saswinadi menerbitkan buku berjudul “Pengindustrian Inteligensi: Landasan Untuk Memerdekakan Indonesia Dalam Berteknologi dan Berindustri” pada tahun 2017. Buku ini merangkum gagasan Saswinadi terkait upaya-upaya meningkatkan kapasitas nasional dalam sains dan teknologi dan meningkatkan berfungsinya sains dan teknologi di dalam tata kehidupan bermasyarakat. Kedua upaya tersebut berdasarkan pada kemampuan intelegensi insan Indonesia yang melahirkan khazanah ilmu pengetahuan dan keterampilan berteknologi serta berindustri, yang pada akhirnya membawa masyarakat Indonesia lebih mampu mewujudkan kesejahteraan bersama secara mandiri.

Direktur PI Del 2009-2012: Dr. Ingriani Liem

Dr. Inggriani menjabat sebagai Direktur PI Del keempat. Kehadiran beliau di PI Del bukanlah setelah Direktur, Inge sudah terlibat banyak dalam pengembangan akademik jauh hari sejak PI Del berdiri. Kepakaran Inge adalah Konsultan Teknologi Informatika, Ahli Pengembangan Kurikulum, dan Pedagogi Pemrograman. Beliau berperan aktif dalam OSN (Olimpiade Sains Nasional) bidang komputer dan dalam pelatihan persiapan siswa menghadapi International Olympiad in Informatics (IOI) dan pendamping tim nasional pada lomba IOI.

Pengembangan kurikulum PI Del dipimpin langsung oleh Dr. Inggriani. Inge juga memperkenalkan sistem kompetisi Bebras (bebras.or.id) di Indonesia. Bebras yang pertama kali digelar di Lithuania (www.bebras.org), merupakan kegiatan ekstra kurikuler yang mengedukasi kemampuan pemecahan masalah dalam informatika dan berpikir komputasional (computational thinking).

Dr. Inggriani adalah dosen yang paling popular di ITB dan sangat dekat dengan para mahasiswa di lingkungan IT Del. Inge memperkenalkan kedisiplinan yang konsisten, sistem pelaporan dan daftar periksa, penanaman ajaran moral kepada mahasiswa PI Del tentang hidup Tertib-Berbudaya-Ceria dengan salah satu slogan yang terkenal, yakni: “sama berdosanya membuang sampah sembarangan dengan tidak memungut sampah”.

Direktur PI Del 2012-2013: Dr. Arlinta Christy Barus

Serah terima jabatan Direktur PI Del, dari Dr. Inggriani kepada Dr. Arlinta Barus dilakukan pada tanggal 30 September 2011. Di usianya yang masih relatif muda, Arlinta telah mengukir banyak prestasi dan keunggulan, salah satunya dengan publikasi yang diterbitkan tahun 2016 di berkala ilmiah bereputasi internasional pada IEEE Transactions on Computers (DOI: 10.1109/TC.2016.2547380) dengan judul “A cost-effective random testing method for programs with non-numeric inputs”. Berkala ilmiah tersebut terindeks SCOPUS dan memiliki reputasi yang sangat baik dengan masuk ke kategori Q1 menurut portal SCImago Journal. Dr. Arlinta lulusan doktor dari Swinburne University dengan bidang keahlian pengujian dan penjaminan kualitas perangkat lunak (software testing and quality assurance) yang masih jarang dimiliki oleh akademisi dan praktisi di Indonesia.

Institut Teknologi Del (IT Del)

Presiden Susilo Bambang Yudiyono meresmikan kampus IT Del pada tanggal 1 Desember 2005. Peresmian IT Del bersamaan dengan penyelenggaraan Simposium tentang “Dukungan IT untuk Mewujudkan Good Governance”. Acara peresmian IT Del turut disaksikan oleh Gubernur Sumatera Utara, para Bupati Kabupaten di sekitar Danau Toba, Rektor ITB,  dan Prof. Miranda Goeltom dari Bank Indonesia.

Perubahan Politeknik Informatika del (PI Del) menjadi Institut Teknologi Del (IT Del) terjadi pada tanggal 5 Juli 2013, yang dinyatakan dalam Surat Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, No. 1220/E.1.3//HK/2013, tentang Penyampaian Salinan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 266/E/0/023.

Perubahan mencakup kepada izin menyelenggarakan pendidikan program Sarjana,  Diploma IV, dan Diploma III. Dengan demikian, setelah perubahan dimaksud, di IT Del terdapat 3 Fakultas, dengan 8 Program Studi yang diselenggarakan, yakni:

Fakultas Teknik Informatika dan Elektro (FTIE) dengan Program Studi:

  1. Teknik Informatika (S1)
  2. Teknik Elektro (S1)
  3. Sistem Informasi (S1)
  4. Teknik Informatika (DIV)
  5. Teknik Informatika (DIII)
  6. Teknik Komputer (DIII)

Fakultas Teknologi Industri (FTI) dengan Program Studi:

  1. Manajemen Rekayasa (S1)

Fakultas Bioteknologi (FB) dengan Program Studi:

  1.  Teknik Bioproses (S1)

Rektor IT Del 2013-2016: Prof.Dr. Roberd Saragih, MT

Prof.Dr. Roberd Saragih, MT menjabat sebagai Rektor pertama di IT Del untuk kurun waktu 2013 sampai tahun 2016. Prof. Roberd lulusan Keio University di Jepang dan Guru Besar pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB. Roberd adalah pakar sistem kendali, optimasi, dan matematika industri dan keuangan. Beliau memiliki banyak publikasi ilmiah yang diterbitkan pada tingkat internasional. Roberd juga tercatat sebagai asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Sebelum menjabat sebagai Rektor IT Del, Roberd adalah Ketua Program Studi Magister Pengajaran Matematika di ITB untuk periode 2012-2013.

Roberd mengarahkan pendirian lima program studi sarjana yang baru di IT Del, mengembangkan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dan meletakkan landasan penjaminan mutu di IT Del. Saat ini, Roberd berperan sebagai Ketua Senat Akademik IT Del.

Pada hari Sabtu tanggal 23 November 2013 pukul 09.00 WIB, Gubenur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo atau lebih dikenal dengan sebutan Jokowi tiba di Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara dalam memenuhi undangan Pembina Yayasan Del dan Rektor IT Del untuk memberikan Kuliah Umum di kampus IT Del yang berlokasi di Kecamatan Laguboti.

Rektor TI Del 2016-Sekarang: Prof.Ir. Togar M. Simatupang, M.Tech., Ph.D.

Prof.Ir. Togar M. Simatupang memperoleh amanah untuk memimpin IT Del berdasarkan Surat Keputusan Ketua Yayasan Del pada tanggal 14 Oktober 2016. Prof. Simatupang juga menjabat sebagai Guru Besar Sains Manajemen di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebelumnya, Prof. Simatupang sempat menduduki jabatan Ketua Program Studi Magister dan Doktor Sains Manajemen ITB dan Wakil Dekan Bidang Akademik Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB. Latar belakang pendidikan Teknik Industri membuat Prof. Simatupang mempunyai perhatian yang mendalam tentang ilmu pengetahuan dan teknologi bidang sistem bisnis dan sistem industri.

Beliau terkenal sebagai pakar manajemen rantai pasok, sistem bisnis, kewirausahaan, dan sistem inovasi. Publikasi karya intelektual beliau lebih dari 100 artikel yang diterbitkan pada jurnal dan prosidings bereputasi nasional maupun internasional. Prof. Simatupang pernah mendapat penghargaan sebagai peneliti berprestasi ITB dalam bidang humaniora pada tahun 2015. Prof. Simatupang tercatat masuk dalam peringkat 50 ilmuwan nasional teratas berdasarkan SINTA (Science and Technology Index) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia pada tahun 2018. Beliau merupakan asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan anggota Kelompok Ahli Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata Danau Toba.