BAKTIRAJA, HUMBANG HASUNDUTAN – Institut Teknologi Del (IT Del) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Sarjana Sistem Informasi sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis, Pelatihan, serta Serah Terima Inovasi Teknologi “Sistem Unggah dan Lapor Cepat Bencana Alam” (SUAR) bertempat di Kantor Camat Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 21 peserta yang terdiri atas jajaran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah XIII Doloksanggul, aparatur Pemerintah Kecamatan Baktiraja, serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) di garda terdepan.
Inisiatif digitalisasi mitigasi bencana ini dilatarbelakangi oleh tingginya kerawanan kawasan Sumatera Utara terhadap bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), banjir, dan tanah longsor. Berdasarkan rekapitulasi data kebencanaan periode pertengahan 2025 hingga awal 2026, total luasan area terdampak bencana di Sumatera Utara menembus 1.820 hektar yang tersebar di tujuh kabupaten, termasuk Kabupaten Humbang Hasundutan. Karakteristik lanskap Danau Toba yang didominasi lereng perbukitan terjal dan tegakan pinus yang mudah terbakar menuntut adanya sistem informasi tanggap darurat yang akurat guna mencegah eskalasi api ke kawasan pemukiman warga dan hutan lindung.

Lima Kendala Pelaporan Kebencanaan melalui Grup WhatsApp
Melalui survei observasi dan asesmen kebutuhan yang dilakukan tim dosen dan mahasiswa IT Del di wilayah kerja KPH Wilayah XIII Doloksanggul, terungkap bahwa jalur pelaporan dan koordinasi penanganan kebakaran hutan, banjir, maupun tanah longsor saat ini masih sangat bergantung pada grup percakapan instan WhatsApp. Pendekatan konvensional tersebut menyisakan lima celah kritis:
- Ketidakakuratan Spasial: Laporan kejadian berupa pesan teks atau foto lepas acap kali tidak menyertakan titik koordinat geografis yang presisi. Akibatnya, tim pemadam gabungan kehilangan waktu berharga hanya untuk mencari posisi persis titik api di tengah kawasan hutan.
- Laporan Gagal Terkirim di Area Blank Spot: Banyak titik di pedalaman hutan Baktiraja merupakan area minim sinyal. Pesan dan foto yang dikirim dari lokasi kejadian tertahan atau gagal terkirim, sehingga informasi baru diterima setelah pelapor kembali ke area berjaringan.
- Isi Laporan Tidak Seragam dan Sulit Diverifikasi: Setiap pelapor menulis dengan format yang berbeda-beda. Informasi penting seperti jenis kejadian, status kawasan, estimasi luas terdampak, dan identitas pelapor kerap tidak lengkap, sementara tidak ada mekanisme resmi bagi petugas untuk memverifikasi atau menolak laporan yang meragukan.
- Data Tercecer dan Rekapitulasi Manual: Pesan laporan mudah tertimbun oleh arus percakapan umum lainnya. Riwayat insiden pun tercecer, dan petugas harus menyalin ulang data secara manual setiap kali menyusun laporan atau rekapitulasi kejadian untuk pimpinan.
- Penanganan Sulit Dipantau secara Terpusat: Ketiadaan dasbor pemantauan membuat pimpinan instansi tidak memperoleh gambaran utuh mengenai jumlah, sebaran, dan status penanganan setiap kejadian secara real-time. Perkembangan penanganan di lapangan juga tidak terdokumentasi secara kronologis.
Inovasi Solusi: Fitur Unggulan SUAR bagi Pelapor, Petugas, dan Pemantau
Menjawab tantangan tersebut, tim PkM IT Del merekayasa solusi teknologi terintegrasi berupa platform SUAR (Sistem Unggah dan Lapor Cepat Bencana Alam) yang dapat diakses melalui portal web https://suar-app.com dan aplikasi mobile Android. SUAR menghimpun pelaporan, verifikasi, penanganan, pemantauan, dan penyusunan dokumen laporan dalam satu sumber data, dengan hak akses yang disesuaikan bagi tiga kelompok pengguna: pelapor lapangan (camat, kepala desa, lurah, petugas patroli, dan relawan MPA), administrator instansi (BNPB, DLH, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, dan KPH), serta pemantau dari instansi terkait. Fitur unggulannya meliputi:
- Pelaporan Multi-Bencana dengan Koordinat GPS Otomatis: Pelapor dapat melaporkan kebakaran hutan, banjir, maupun tanah longsor melalui formulir terstandar yang memuat deskripsi kejadian, jenis dan status kawasan, serta estimasi luas terdampak. Titik lintang dan bujur beserta tingkat akurasinya terekam otomatis dari GPS ponsel dan dapat disesuaikan langsung pada peta.
- Mode Luring & Kirim Otomatis (Anti Blank Spot): Laporan yang dibuat tanpa sinyal tersimpan di perangkat dan terkirim kembali secara otomatis saat jaringan tersedia. Pelapor juga dapat mengunduh area peta terlebih dahulu sehingga peta tetap dapat digunakan di lokasi tanpa jaringan internet.
- Bukti Foto dan Video: Setiap laporan dapat dilengkapi foto dari kamera atau galeri serta video kejadian, sehingga petugas memperoleh gambaran kondisi lapangan yang lebih utuh sebelum mengambil keputusan.
- Verifikasi Laporan dan Riwayat Penanganan: Administrator menerima notifikasi email setiap kali laporan baru masuk, lalu memverifikasi atau menolaknya disertai catatan. Laporan terverifikasi ditindaklanjuti dengan pembaruan luas terdampak, tutupan lahan, dan keterangan penanganan yang tersimpan secara kronologis hingga laporan dinyatakan teratasi. Akun pengguna baru juga harus disetujui administrator sebelum aktif, sehingga setiap laporan berasal dari pelapor yang terdaftar.
- Web GIS Dashboard dan Statistik Kejadian: Pimpinan dan instansi pemantau dapat melihat jumlah kejadian karhutla, banjir, dan longsor, ringkasan status laporan, persebaran kejadian pada peta interaktif, serta grafik tren harian hingga tahunan yang dapat difilter berdasarkan jenis kejadian dan rentang waktu.
- Laporan PDF Sekali Klik: Administrator dapat menghasilkan dokumen PDF untuk laporan tunggal maupun rekapitulasi kejadian dalam satu klik, lengkap dengan riwayat dokumen yang pernah dibuat, sehingga penyusunan laporan untuk pimpinan tidak lagi dilakukan secara manual.
Dukungan Pimpinan Daerah dan Kemitraan Strategis
Kegiatan bimbingan teknis dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah XIII Doloksanggul, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Bapak Janly F. Bancin, S.Hut. Dalam pidato pembukaannya, Janly menyambut hangat terobosan teknologi yang dihadirkan oleh kampus IT Del.
Dukungan kuat juga disampaikan oleh Camat Baktiraja, Bapak Sanggam Lumban Gaol, S.Pd., yang memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan di aula Kantor Camat Baktiraja. Beliau menekankan nilai strategis wilayah Baktiraja sebagai ikon pariwisata Danau Toba yang harus dijaga dari ancaman bencana alam.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Sarjana Sistem Informasi IT Del, Ibu Susi Eva Maria Purba, S.Kom., M.Cs., yang turut hadir mewakili tim PkM menyampaikan komitmen perguruan tinggi dalam menyalurkan kepakaran teknologi bagi masyarakat.


Kolaborasi Tridarma: Integrasi Mahasiswa dalam Rekayasa Nyata
Ketua Tim PkM IT Del, Samuel Indra Gunawan Situmeang, S.TI., M.Sc., menjelaskan bahwa pengembangan sistem SUAR merupakan wujud keberhasilan model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) yang diintegrasikan ke dalam mata kuliah Proyek Sistem Informasi (PSI). Sebanyak lima mahasiswa sarjana diterjunkan langsung untuk menyelesaikan tantangan nyata mitra sejak riset kebutuhan pengguna, perancangan antarmuka (UI/UX), arsitektur basis data, hingga pengujian fungsional perangkat lunak secara ketat dengan 17 skenario uji kotak hitam berkualifikasi 100% passed.
Susunan lengkap Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) IT Del meliputi:
- Ketua Tim Pelaksana: Samuel Indra Gunawan Situmeang, S.TI., M.Sc. (Dosen Sistem Informasi IT Del)
- Anggota Dosen: Susi Eva Maria Purba, S.Kom., M.Cs. (Ketua Program Studi Sarjana Sistem Informasi IT Del)
- Asisten Akademik: Jaden Owen Panggabean, S.Kom.
- Tim Mahasiswa (Prodi Sarjana Sistem Informasi): Ranty Insen Pakpahan, Mabel Christoffel A.S, Andrey Jonathan Nathaniel Nainggolan, Clarasia L. Simanjuntak, dan Daniel Situmorang.

Serah Terima Resmi (BAST) dan Penyerahan Luaran
Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST Nomor: 119/ITDel/LPPM/BAST/X/2026). Melalui dokumen resmi tersebut, Tim PkM IT Del menyerahkan seluruh paket hibah luaran pengabdian masyarakat kepada mitra yang meliputi:
- Sistem SUAR (Aplikasi Mobile Android dan Web GIS Dashboard): Sistem informasi siap operasi yang telah dipasang pada infrastruktur cloud server mandiri aktif hingga 2028.
- User Manual / Buku Saku Operasional: Panduan praktis lapangan bergambar sebanyak 3 eksemplar berwarna untuk memandu relawan dan aparat desa mengoperasikan aplikasi langkah demi langkah.
- Video Tutorial & Demonstrasi Sistem: Materi instruksional digital berkualitas tinggi yang dapat diakses secara daring sebagai modul penyegaran keterampilan teknis relawan baru.
Penyerahan dokumen BAST dilakukan oleh Ketua Tim PkM IT Del Samuel Indra Gunawan Situmeang, S.TI., M.Sc., dan diterima secara resmi oleh para perwakilan mitra, yaitu Toga P. Sinurat (Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPTD KPH XIII) serta Josua A. Purba (Ketua Masyarakat Peduli Api Desa Siunong-Unong Julu). Momen bersejarah ini turut disaksikan langsung oleh Kepala UPTD KPH XIII Janly F. Bancin, S.Hut., Sekretaris Camat Baktiraja, serta perwakilan perangkat Desa Tipang.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta, narasumber, jajaran pimpinan dinas, dan tim IT Del. Melalui pelatihan dan serah terima inovasi SUAR ini, IT Del menegaskan komitmen berkelanjutannya untuk terus mendampingi mitra di Kabupaten Humbang Hasundutan, mewujudkan tata kelola pelaporan kebencanaan yang modern, terstandardisasi, cepat, dan tangguh demi menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba.




