WhatsApp Image 2026-09-28 at 16.01.33

TSTH2, 26 September 2026 — Pengembangan riset dan teknologi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat menjadi salah satu fokus dalam kunjungan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) – Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi – Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. ke Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2), Sabtu (26/9).

Kunjungan tersebut turut dihadiri para bupati dan perwakilan pemerintah daerah di sekitar kawasan, Pimpinan Institut Teknologi Del (IT Del), serta beberapa perwakilan dari instusi pendidikan lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bapak Luhut menekankan pentingnya sinergi dalam pengembangan teknologi dan riset dengan melibatkan berbagai perguruan tinggi. Kolaborasi lintas institusi dinilai menjadi bagian penting untuk mengoptimalkan potensi kawasan, dimulai dari pengembangan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus di Pollung untuk selanjutnya diharapkan dapat diadopsi oleh kawasan lainnya.

WhatsApp Image 2026-09-28 at 16.01.34

Sementara itu, Prof. Brian menyoroti pentingnya membawa hasil riset dari laboratorium menuju tahap komersialisasi. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan tahapan yang terintegrasi, mulai dari penelitian, pengembangan, pengujian melalui demo/pilot plan, hingga industrialisasi.

WhatsApp Image 2026-09-28 at 16.01.34 (1)

Sejalan dengan pengembangan TSTH2, Kampus IT Del Pollung yang berlokasi tepat di seberang kawasan TSTH2 juga telah menyelesaikan tahap pembangunan dan dipersiapkan untuk segera beroperasional. Kampus IT Del Pollung diharapkan dapat menjadi salah satu mitra penting dalam mendukung pengembangan riset di TSTH2, khususnya dalam bidang hortikultura dan herbal. Sinergi tersebut juga membuka peluang bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa IT Del untuk terlibat dalam berbagai kegiatan riset dan pengembangan teknologi yang dilakukan di TSTH2.

WhatsApp Image 2026-09-28 at 16.01.33 (1)

Pemanfaatan sekitar 500 hektare di TSTH2 menjadi salah satu langkah awal untuk menghasilkan dan mengembangkan berbagai riset yang memiliki nilai ekonomi khususnya dari komoditas tanaman herbal dan hortikultura. Potensi komoditas seperti kratom dan kemenyan menjadi contoh bidang yang dapat dikembangkan lebih lanjut, sekaligus membuka peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Untuk mewujudkannya, TSTH2 didorong membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, ahli tanah, peneliti genomik, perguruan tinggi, dan dunia industri. Integrasi berbagai keahlian tersebut diharapkan dapat mempercepat proses dari riset menuju produk dan industrialisasi.

WhatsApp Image 2026-09-28 at 16.01.34 (2)

Lebih jauh, TSTH2 diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan Indonesia melalui pengembangan kemandirian berbasis riset. Hasil yang dikembangkan tidak berhenti sebagai penelitian, tetapi diwujudkan dalam bentuk pilot yang konkret, terukur, dan dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia.

Kunjungan ini memperkuat semangat kolaborasi untuk menjadikan TSTH2 sebagai salah satu ekosistem yang mempertemukan riset, teknologi, dan kebutuhan industri; mendorong hasil penelitian agar semakin dekat dengan penerapan; dan memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

WhatsApp Image 2026-09-28 at 16.01.35