
POLLUNG, 27 Juli 2026 Pengembangan riset dan inovasi di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) Pollung terus memperoleh dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas penelitian dan mendorong hilirisasi produk herbal Indonesia, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Pembina Yayasan Del, Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A., bersama jajaran Dewan Ekonomi Nasional mendampingi Martias Fangiono dan Ciliandrew Fangiono dalam kunjungan ke kawasan TSTH2.

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah daerah dari Kabupaten Humbang Hasundutan dan wilayah sekitarnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan semangat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta dalam mempercepat pengembangan TSTH2 sebagai pusat riset herbal dan hortikultura yang berdaya saing.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau berbagai fasilitas penelitian di kawasan TSTH2 sekaligus memperoleh pemaparan mengenai perkembangan program, capaian penelitian, serta rencana pengembangan yang sedang dilaksanakan. Tim TSTH2 juga mempresentasikan berbagai inisiatif strategis yang telah dijalankan, mulai dari pengembangan sumber daya genetik tanaman hingga pengembangan produk herbal yang siap memasuki tahap hilirisasi.

Dalam sambutannya, Martias Fangiono menyampaikan apresiasi atas visi, perencanaan, serta berbagai capaian yang telah diwujudkan oleh tim TSTH2. Menurutnya, perkembangan yang berhasil dicapai dalam waktu relatif singkat menunjukkan potensi besar TSTH2 untuk menjadi pusat unggulan penelitian herbal dan hortikultura di Indonesia.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan penelitian dan inovasi di TSTH2, khususnya dalam menghasilkan benih-benih unggul, memperkuat riset bioteknologi, serta mendorong lahirnya produk-produk herbal yang memiliki nilai tambah melalui proses hilirisasi. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat terbangunnya ekosistem riset yang mampu menghasilkan inovasi berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Melalui kolaborasi yang semakin erat, TSTH2 diharapkan terus berkembang sebagai pusat inovasi yang menghasilkan teknologi, produk, dan sumber daya unggul untuk mendukung ketahanan pangan, kesehatan, serta pengembangan ekonomi berbasis kekayaan hayati Indonesia.




