
Dalam upaya memperkuat kerja sama internasional di bidang penelitian, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan, perwakilan dari Indonesia dan Singapura melaksanakan kunjungan kerja di kawasan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) Pollung pada Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat kolaborasi kedua negara melalui pertukaran pengetahuan, penguatan jejaring kelembagaan, serta penjajakan berbagai peluang kerja sama di bidang sains, teknologi, dan pendidikan.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A., selaku Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Pembina Yayasan Del, bersama Mr. Teo Chee Hean, Chairman of Temasek Holdings and former Senior Minister of Singapore. Turut hadir para perwakilan kementerian dan lembaga, akademisi, peneliti, serta pimpinan pemerintah daerah dari Kabupaten Humbang Hasundutan dan wilayah sekitarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi presentasi dari berbagai institusi yang memperkenalkan profil organisasi, keunggulan riset, serta berbagai inisiatif strategis yang sedang dikembangkan. Forum ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperkenalkan kapasitas kelembagaan, sekaligus membangun sinergi dalam pengembangan riset dan inovasi lintas negara.
Diskusi berlangsung secara interdisipliner dengan mengangkat berbagai bidang strategis, mulai dari pertanian, kehutanan, keanekaragaman hayati, bioteknologi, genomik, hingga transformasi digital. Pendekatan lintas disiplin tersebut dinilai semakin penting dalam menjawab berbagai tantangan global, termasuk ketahanan pangan, perubahan iklim, pelestarian lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Pada sektor pertanian dan lingkungan, sejumlah pemaparan membahas berbagai upaya penguatan ketahanan pangan, konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan sumber daya hutan, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, serta pengembangan inovasi berbasis tanaman. Selain itu, kemajuan dalam bidang genomik, teknologi sekuensing DNA, dan penelitian mikrobioma diperkenalkan sebagai bidang riset yang memiliki prospek besar dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Transformasi digital turut menjadi salah satu fokus pembahasan. Para peserta mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), platform digital terintegrasi, pengambilan keputusan berbasis data, layanan pemerintahan digital, hingga tata kelola pelayanan publik modern. Integrasi teknologi digital dengan kegiatan penelitian dipandang mampu mempercepat proses inovasi, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas kolaborasi antarlembaga.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang membahas berbagai peluang kolaborasi riset pada bidang keanekaragaman hayati, konservasi, bioteknologi, dan teknologi masa depan. Pertukaran gagasan tersebut mencerminkan komitmen bersama Indonesia dan Singapura untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan serta mendorong lahirnya inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan ekonomi.
Melalui kunjungan kerja ini, TSTH2 Pollung kembali menegaskan perannya sebagai pusat kolaborasi riset dan inovasi yang mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, industri, dan mitra internasional. Sinergi yang terbangun diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan penelitian bersama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta lahirnya berbagai inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.





